Kisah Mengantar Tamu


Arum Jeram TimbukarHari Pertama : MANADO CITY TOUR

Teriknya Matahari membuat badan berkeringat. Bus Pariwisata itu sudah setengah jam lalu parkir di Bandara. Tanda-tanda kedatangan tamu mulai nampak seiring dengan pemberitahuan kedatangan pesawat. Hiruk pikuk para penjemput di pintu kedatangan, mulai tampak bergerombol. Petugas keamanan dengan pakaian seragamnya sudah berdiri di pintu kaca yang akan dilewati para penumpang. Tidak hanya penjemput yang meramaikan di pintu kedatangan. Beberapa orang memperlihatkan kunci mobilnya kepada setiap penumpang yang datang untuk mengantarnya ke tempat tujuan. Penumpang boleh memilih apa mau menggunakan taxi, rent car atau ojek.

Nah itu dia. Rombongan yang saya jemput sudah tiba. Kemudian saya mengantarnya menuju ke bus Pariwisata yang oleh sopirnya sudah dipindahkan di lokasi penjemputan. Para tamu langsung masuk ke dalam bus. Sementara tas kopernya masuk dalam bagasi bus.

Di hadapan para tamu yang sudah duduk di Bus saya memperkenalkan diri dan memberikan informasi tentang jadwal perjalanan yang sudah disiapkan. Ketika saya menyampaikan informasi kepada para tamu, saya melihat wajah-wajah capek dari para tamu. Bisa dibayangkan betapa capeknya mereka duduk selama tiga jam di dalam pesawat yang terbang langsung dari Jakarta ke Manado.

Makan Siang
Saya mengajak para tamu untuk makan siang di Restoran Bumi Beringin. Restoran ini berada di daerah bumber yang berbukit dengan view menghadap laut sehingga kota Manado dan Bunaken di sekitar Pulau Manado Tua, tampak jelas dari restoran ini. Dari resto ini sunset begitu indah di lihat. The roots of Indonesian Cuisine, itulah semboyan restoran Bumi Beringin. Keanekargaman masakan Indonesia yang disajikan dengan warna kedaerahan dan nama-nama yang antik bisa dipesan di sini.

Sight-Seeing Manado
Para Tamu diajak untuk sight Seeing kota Manado. Dari Bumi Beringin para tamu diajak ke arah pantai Manado atau yang sering dikenal dengan nama Boulevard. Setelah itu menuju ke daerah kampung China dan Tikala. Kemudian sebelum sampai ke Tomohon, para tamu diajak melihat Patung Yesus Yang Memberkati di Winangun. Di situ bisa foto bersama.

Check-in di Alamanda Retreat
Setelah makan siang, para tamu menuju ke arah Tomohon dan check-in di penginapan Alamanda Retreat. Lokasi penginapan ini menyatu dengan kompleks Bukit Doa Tomohon (50 ha). Persisnya berada di lereng Gunung Mahawu, dengan suhu udara rata-rata 20 derajat Celsius dan sekitar 1200 m ketinggiannya dari atas permukaan laut. Alamanda Retreat ini sering dipakai oleh kelompok-kelompok untuk retreat, gathering, seminar atau outing. Udara yan sejuk dan segar serta ramah lingkungan membuat banyak orang tertarik untuk menginap di sini sekaligus membuat acara.

Hari Kedua : FULL DAY MINAHASA – TOMOHON TOUR
Setelah breakfast, para tamu diberi kesempatan untuk melihat-lihat fasilitas-fasilitas yang ada di Bukit Doa ini. Rutenya, mulai dari Jalan Salib lalu ke Gua Maria, lalu foto bersama di Amphiteater. Setelah itu ke Chapel yang bangunannya sangat unik. Di belakang chaper ada halaman yang memungkin siapa saja bisa melihat Gunung Lokon, Kota Tomohon dan pegunungan yang ada di Minahasa. Tempat ini sangat populer untuk foto-foto. Di Bukit Doa ini, disediakan lokasi outbound seperti flying fox, bridge challenge, dll. Bahkan kalau ada yang ingin arum jeram bisa dilayani oleh pihak Bukit Doa.

Para tamu rehat sebentar untuk snak pagi di Moyaporong Cafe. Tempat ini masih berada di kompleks Bukit Doa. Lokasinya berada di jalan keluar dari Bukit Doa. Sesudah dikenyangkan dengan snak pagi, hari ini para tamu diajak mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah Minahasa.

Perjalanan wisata kemudian di lanjutkan ke Danau Linow, danau berwarna. Lalu menuju ke Bukit Kasih dan mampir minum kopi di Kawangkoan. Setelah itu kembali ke penginapan. Kalau sudah sampai di penginapan bisa ditawarkan untuk mandi air panas di Tataaran.

Hari Ketiga : BUNAKEN TOUR
Setelah breakfast, siap-siap menuju ke Manado lalu dengan kapal tamaran menuju ke Taman Nasional Bunaken. Setelah melihat melalui kaca di kapal atau menyewa sub-marine, para tamu diberi kesempatan untuk snorkeling. Untuk makan siang bisa di pulau Manado tua dengan menu makanan laut dan minum kelapa muda.

Puas menikmati lautan, tamu kemudian diajak menuju ke Bitung untuk melihat Tarsius, Monyet terkecil di Tandurusa. Dari Bitung bisa diteruskan ke Manado untuk mencari oleh-oleh atau souvenir. Lalu kembali ke penginapan untuk istirahat sejenak sebelum menikmati makan malam.

Hari Keempat :
Setelah Check-out dari Penginapan, besiap untuk menuju ke Bandara. Selamat tinggal tanah Toar Lumimuut, Minahasa. Sampai Jumpa lagi.

About jejakperahu

Menjaga keseimbangan atau harmonisasi antara alam, bangunan dan spiritual merupakan obsesi saya. Obsesi ini sama dengan upaya pembinaan dan pembangunan karakter manusia yang mengutamakan keselarasan antara emosi, moral dan spiritual.

Posted on 14 March 2011, in Informasi and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: