“Mari Jo Torang Bapesiar di Manado”



Tulisan ini dimuat di Kompasiana.com

HP saya tiba-tiba berdering. “Hallo, siapa ini?” Tanya saya. Setelah saling memperkenalkan diri. Terdengar suara lawan bicara saya, “Saya mau ke Manado. Sebaiknya, kemana saja tempat-tempat yang baik dikunjungi?. Lalu saya jawab, “Bapak mau berapa hari ke Manado? “ Jawabnya, “Yah sekitar tiga atau empat hari”. Boleh saya dikirimi contoh itinerary?. Kemudian saya minta email kepada bapak tersebut.

Percakapan seperti itu, sering saya alami. Oleh karena itu, saya tertarik menuangkan pengalaman saya ketika menemani teman atau rombongan yang datang berwisata ke Manado. Sebagai catatan saja, kalau orang bilang ke Manado itu artinya termasuk ke Tomohon, Minahasa dan Bitung.

Beberapa hari yang lalu ada teman saya dari Manado datang ke tempat saya dengan memakai kaos dengan tulisan berjudul “Mari Jo Torang Bapesiar di Manado” (Ayolah kita Jalan-jalan di (sekitar) Manado). Di bawah judul tulisan itu, ada gambar dan nama lokasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Berikut saya coba untuk mendeskripsikan agar berguna bagi siapa saja yang ingin berwisata ke Manado.

Taman Laut Bunaken

Ingin mewujudkan impian anda tentang Bunaken? Nikmatilah kegiatan ini. Snorkeling, Diving, Makan Seafood di Pulau Manado Tua dan menonton Taman Laut dari Kapal Tamaran yang anda sewa dari Pantai Marina. Jangan lupa ambil foto saat anda snorkeling sambil memberi makan ikan-ikan. Untuk itu, bersamaan dengan menyewa perlengkapan snorkeling dan suite-wet, tersedia guide dan sekaligus photographer bawah laut. Sekembalinya dari Bunaken, sekeping CD berisi foto-foto snorkeling bisa anda bawa pulang sebagai kenangan wisata anda.

Bukit Kasih

Lokasinya di Kanonang, wilayah Minahasa. Di bukit bersulfur dan mengeluarkan air panas, wisata alam yang terpadu dengan rumah-rumah ibadat lima agama terbesar di Indonesia menjadi saksi bahwa kerukunan umat beragama dijunjung tinggi di Tanah Toar Lumimuut. Aroma kondusif dalam beragama terasa sekali di Minahasa dengan berdirinya monumen Kasih di pintu masuk. Untuk mencapai rumah ibadat itu, anda harus naik kaki dengan anak tangga yang mendaki berkeliling. Dari puncaknya, anda bisa menyaksikan indahnya panorama alam Minahasa dan sekitarnya.

Spa Kaki juga menjadi andalan di tempat ini. Keletihan kaki anda saat mendaki, akan sirna jika anda beredam air panas sambil kakinya dipijit. Tidak hanya itu. Cicipi rebusan telur dan jagung muda yang dimasak matang dengan sumber air panas yang mendidih hingga di atas 100 derajat. Ingin berfoto dengan “manguni” (burung hantu) yang menjadi lambang Kabupaten Minahasa, juga tersedia di obyek wisata alam ini.

Ketika anda pulang dari bukit itu, anda bisa mampir di Kawangkoan untuk berkuliner sejenak dengan menyantap biapong (bakpao) dan renyahnya kacang Kawangkoan. Tentu akan lebih sedap lagi kalau minum kopi.

Danau Tondano

Salah satu Danau terbesar di Indonesia adalah Danau Tondano. Masih berada di wilayah Minahasa, danau ini terkenal dengan rumah-rumah makan terapung dengan sajian kulinernya yang renyah dan enak. Pesan saja mujahir bakar, ikan mas goreng atau rempeyek nike, ikan kecil yang menjadi habitat danau ini. Oh ya sayur kangkung danau ini sedap disantap sehingga tidak heran kalau batang-batangnya juga di sayur.

Di sekitar danau ini, terdapat juga permandian air panas Remboken. Kolam renang dan ruang-ruang untuk mandi air panas, selalu rame dikunjungi. Wahana air ada juga. Naik bebek air dan jet sky menjadi permainan yang mulai digemari masyarakat.

Bukit Doa Mahawu

Pesona Gunung Lokon yang baru saja meletus dan indahnya kota bunga Tomohon, bisa disaksikan dari Bukit Doa Mahawu. Dinamakan bukit doa, karena tempat ini ada via dolorosa (jalan salib), Gua Maria, Chapel Wedding, Rumah Retreat dan Kelong Garden. Meski disebut tempat doa, tidak jarang instansi, lembaga pemerintah maupun swasta atau rombongan tour, datang ke lokasi ini untuk outing, ibadah atau outbound. Memang, dengan tanah seluas lebih 50 ha, baik rombongan atau keluarga sering datang ke bukit doa ini untuk mengadakan family gathering, atau ibadah padang.

Keunikan bangunan seperti Amphiteater, Chapel , Rumah kayu Alamanda menjadi daya tarik para fotografer untuk pre-wedding atau sekedar foto-foto. Bunga-bunga yang bermekaran di sekitar lokasi itu tak ketinggalan diburu untuk di foto juga. Oh ya, bukit doa ini sebenarnya bagian dari Tomohon Botanical Garden (Kebun Raya Tomohon) yang berupaya untuk menjaga kelestarian alam khususnya flora dan fauda endemic Sulawesi, seperti Pakoba, bunga anggrek Hutan yang dikena dengan sebutan “phayus” dan lainnya.

Merciful Building

Pusat oleh-oleh khas Manado, tidak hanya di Tikala tetapi bisa anda dapatkan di tempat ini. Mulai dari kaos, kain bentenan. kukis, pernak-pernik handicraft sampai CD lagu-lagu Manado, bisa dibeli di Wanea Merciful Building, Manado.

Tarsius Tangkoko

Konon Tarsius, si kera mungil sebesar tangan mengepal, adalah binatang langka yang dilindungi. Binatang ini hidup di hutan Taman Nasional Tangkoko di daerah pantai Utara. Jika anda datang ke lokasi ini, kera pantat merah akan menyambut kedatangan anda sebelum guide menunjukkan habitat Tarsius berada. Memang lokasi Taman Nasional ini cukup jauh dari Manado. Tapi, jika hanya ingin melihat kera mungil Tarsius ini, dan tidak ingin jauh-jauh perjalanan, silahkan datang ke Kebun Binatang Tandurusa di Bitung.

Klenteng Ban Nim Kong

Pada hari-hari besar China, seperti Cap Go Meh, Klenteng ini padat dikunjungi oleh wisatawan untuk melihat karnavalnya.


Kota Tomohon

Udara sejuk dengan pemandangan alam karena berada di antara Gunung Lokon dan Gunung Mahawu menjadi daya tarik wisata sendiri. Apalagi kalau anda datang ketika diselenggarakan event TOF (Tournament of Flower) dengan puncak acara karnaval bunga.

Meski tidak ada even itu, anda bisa mengunjungi pabrik rumah panggung atau wooden houses di Woloan. Atau anda juga bisa melihat kerajinan kayu kelapa di daerah rumah-rumah tua peninggalan jaman Portugis Belanda yang disebut dengan Kaaten.

Danau Linow

Danau Linow Lahendong dikenal orang sebagai danau berwarna karena proses vulkanik yang menyebabkan warnanya bisa hijau bercampur biru. Sinar matahari yang cerah menyebabkan danau ini menjadi eksotik karena keindahan alamnya. Jangan lupa sambil duduk di café dipinggir danau, goyangkan lidah anda dengan makan pisang goreng dicocol rica (sambal) rowa. Bersamaan dengan itu, silahkan menyedu kopi hitam khas Tomohon.

Informasi ini bisa dijdikan sebagai tips berwisata ke Manado. Jangan lupa mencicipi kuliner khas Minahasa atau kukis Manado yang ada di rumah-rumah makan Minahasa. Pokoknya, rasa pedasnya makanan kuliner Minahasa, begitu nendang di lidah dan mulut. Hati-hati bagi yang tidak kuat makan pedas.

About jejakperahu

Menjaga keseimbangan atau harmonisasi antara alam, bangunan dan spiritual merupakan obsesi saya. Obsesi ini sama dengan upaya pembinaan dan pembangunan karakter manusia yang mengutamakan keselarasan antara emosi, moral dan spiritual.

Posted on 22 August 2011, in Jalan-jalan, Wisata and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s