“Putri Cinderella, Ikut Pawai Kemerdekaan RI ke 66 di Tomohon”


Tulisan ini dimuat di Kompasiana.com

“Gadis cantik yang pada akhirnya dipersunting oleh Pangeran dan kemudian hidup bahagia dan merasakan kemakmuran di Kerajaan, harus membutuhkan perjuangan keras untuk mendapatkan semua itu. Mengatasi “penjajahan” dari saudara-saudara tirinya yang penuh dengki dan cemburu, bukan hal mudah. Meski dia sudah berbuat baik dengan menjadi pelayan untuk saudaranya itu, rupanya itu belum cukup. Cinderella menangis, karena dilarang bertemu dengan Sang Pangeran. Saudara-saudara tirinya justru memaksa Cinderella, tinggal di rumah untuk mencuci pakain kotor. Dalam kesedihan dan keputusasaan itu, datanglah Sang Peri untuk menolong Cinderella hingga akhirnya bertemu dengan Sang Pangeran. Sepatu kaca Cinderella yang tertinggal mempertemukan kembali dengan Sang Pangeran. Kisah selanjutnya Cinderella dipersunting oleh Pangeran dan tinggal bahagia di Kerajaan”

Dongeng Cinderella itu diusung kembali dalam bentuk sebuah “Display” Musikal yang memukau dan sangat atraktif oleh Marching Band SMA Lokon pada pawai HUT Kemerdekaan RI ke 66 di depan Plt. Walikota Tomohon, Bp. Jimmy F. Eman SE Ak dan sejumlah pejabat Pemkot lainnya pada 17 Agustus 2011, sore hari .

Pawai 17 Agustusan di kota Tomohon sudah menjadi tradisi. Jadi setelah, upacara detik-detik Proklamasi, mulai pukul 13.00 wita, dilanjutkan dengan pawai melewati jalan protokol Kota Tomohon. Peserta pawai kebanyakan dari sekolah-sekolah, baik dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Pembuka Pawai dari pembawa bendera Merah Putih yang diiringi oleh Marching Band SMA Ngerei 1 (smanto), lalu dibelakangnya Rombongan Walikota dan para pejabat lainnya. Setelah itu, baru rombongan dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Jalan yang dilalui adalah jalan protocol kota Tomohon sepanjang kurang lebih 10 km.

Di dekat panggung kehormatan, masyarakat sudah banyak yang berdesak-desakan untuk menonton berbagai atraksi yang menarik dari para peserta. Kendati cuaca gerimis, namun antusiasme penoton tetap tinggi. Seperti tahun lalu, yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah unjuk kebolehan Marching Band dari SMP dan SMA yang dipertontonkan di depan panggung Kehormatan.

Pawai ini sangat edukatif, karena sekolah-sekolah berusaha keras untuk tampil sebaik mungkin supaya masyarakat “menghafal” dari sekolah mana. Maka dari itu, seragam yang dikenakan para guru dan pembawa drumband dan marching band diupayakan selalu baru untuk menarik perhatian masyarakat. Tidak ketinggalan, sekolah yang telah mengukir prestasi dalam bidang olah raga, seni, dan sains, memamerkan melalui tulisan di banner-banner, termasuk medali-medali kejuaraannya. Melalui pawai ini, masyarakat semakin tahu bagaimana perkembangan dunia pendidikan di kota Tomohon.

Kembali ke display Cinderella oleh Marching Band SMA Lokon yang selalu tampil diurutan paling terakhir dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Sangat beruntung, cuaca saat penampilan MB Lokon, tidak hujan lagi. Hanya senja sudah mulai tiba.

“Penjajah itu masih ada. Meski kita sudah merasa medeka, tetapi sebenarnya kita masih dijajah oleh keserakahan dan kerakusan kita sendiri. Sifat tamak itulah yang memunculkan para koruptor di negeri tercinta ini. Mentalitas, sekali lagimentalitas aji mumpung, ingin cepat kaya tanpa harus bekerja keras, bak penyakit menular sudah menjangkiti ke mana-mana.” sambung teman saya ketika saya tanya mengapa mengusung tema “Cinderella” untuk display pawai kemerdekaan tahun ini.

Memaknai Kemerdekaan RI yang ke 66 dengan “alat peraga” kisah kuno “Cinderella, The Little Glass Slipper”, menjadi pas dan menarik karena mengajak masyarakat untuk saling membantu dan kerjasama dengan semangat “merdeka” tanpa disertai iri dan dengki. Jika demikian, maka korupsi, ketidakadilan, kesejahteraan, kemajuan bangsa ini bisa dicapai. Itulah mengapa, Cinderella ikut mengobarkan semangat merah putih di hari Kemerdekaan RI yang ke 66.

Oh ya. Display di panggung kehormatan yang disaksikan oleh Walikota pada pawai kemerdekaan ini memacu dan memicu semangat para peserta pawai khusunya drum band dan marching band untuk selalu baru mebawakan lagu baik saat defile maupun display. Termasuk seragam yang dipakainya.

Sungguh pawai ini sangat menghibur masyarakat ketika semangat kemerdekaan dikumandangan di bumi nusantara ini. Tak jarang, penonton datang dari luar kota, hanya untuk melihat pawai ini. Kemaren saya melihat sepasang turis dengan kameranya ikut berdesak-desakan menonton pawai ini. Peringatan HUT Kemerdekaan RI adalah pengenangan kembali semangat para pahlawan dalam mempertahankan eksistensi negara. Dan kini, perayaan “pemaknaan” dan arti kemerdekaan bisa dilihat dalam pawai yang menghibur masyarakat bukan menyusahkan masyarakat. Pawai ini akan dilanjutkan dengan pawai pembangunan keliling kota.

About jejakperahu

Menjaga keseimbangan atau harmonisasi antara alam, bangunan dan spiritual merupakan obsesi saya. Obsesi ini sama dengan upaya pembinaan dan pembangunan karakter manusia yang mengutamakan keselarasan antara emosi, moral dan spiritual.

Posted on 23 August 2011, in Humaniora, Pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: