ASEAN Tourism Forum (ATF) 2012


Apakah tahun 2012 akan dijadikan tahun untuk meningkatkan jumlah pengunjung atau wisatawan ke daerah-daerah yang memiliki potensi wisata? Saya yakin ya. Mengapa, karena saya mempunyai pandangan seperti yang saya sampaikan ini.

Pemerintah melalui Undang-undang RI no.10 Tahun 2009, Tentang Kepariwisataaan menyebutkan bahwa Kepariwisataan Indonesia dikembangkan dengan tujuan (antara lain) untuk: meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkarkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemisikinan, mengatasi pengangguran, mempererat persahabatan antar bangsa.

Sejauh saya ketahui dari berbagai informasi dari media lokal dan para pelaku wisata yang sering berjumpa dengan saya, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (istilah baru untuk menyebut Kementrian Budaya dan Pariwisata) RI, sudah mulai mengadakan berbagai kegiatan untuk menggalang potensi-potensi wisata di daerah.

Yang saya ketahui kegiatan itu antara lain, pembinaan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), kajian dan telaah peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pembanguan desa wisata, pemberian dan penganugerahan Indonesian Travel and Tourism Award (ITTA) 2011/2012, di mana Raja Ampat , Papua, memenangkan award itu sebagai destinasi wisata terbaik dan terfavorit. Tentu, apa yang sebut itu baru sebagian kecil saja.

Salah satu yang melatarbelakangi keyakinan saya adalah pelaksanaan kegiatan Asean Tourism (ATF) pada tanggal 8-15 Januari 2012 nanti di Manado. Setelah saya amati ternyata, kegiatan ATF itu dirancang dan ditargetkan memiliki dampak sosial ekonomi yang luas bukan saja bagi pelaku wisata tetapi masyarakat.

Bayangkan saja diperkirakan 4000 orang (ini koreksi tulisan saya terdahulu) akan memadati kota Manado gara-gara ATF itu. Maklum saja, ATF merupakan implementasi dari visi strategis Tourisme di ASEAN (2011-2015). “Selain meningkatkan jumlah pengunjung atau wistawan ke Sulawesi Utara, juga membuka kesempatan para investor untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan pariwisata. Karena itu akan dilibatkan seluruh mahasiwa Pariwisata se Sulut dan Liasion Officer (LO) dalam persiapan dan kegiatan AFT ini.” tutur salah satu staff BudPar Provinsi.

Untuk akomodasi, transportasi dan tempat pertemuan, semua sudah siap dan 10 objek wisata yang diunggulkan di Sulut secara terpisah sudah diberitahukan. Acara pertemuan itu sendiri terbagi dalam dua kegiatan besar. Yang pertama Rapat Para Menteri negara ASEAN dengan negara mitra seperti Cina, India, Korea dan Rusia. Yang kedua, pameran tur operator dari Hotel-hotel (Travel) yang diikuti 10 negara.

Satu hal yang menarik untuk dicatat setiap kali ada iven Nasional dan Internasional diselenggarakan di Manado, seperti tahun 2011 ini pertemuan Nasional para dokter spesialis (kulit, bedah, anak dll) semua dilaksanakan di Manado. adalah peningkatan kunjungan ke objek-objek wisata yang termasuk dalam kategori 10 objek wisata unggulan di Sulut. Jadi, terkoneksinya iven-iven itu dengan objek-objek wisata sangat dirasakan penting.

Karena itu, meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung berarti menambah pundi-pundi bagi tempat-tempat wisata, dengan demikian berdampak pada kesejahteraan karyawannya dan kelangsuangan pemeliharaan maintenance yang ada. Tidak hanya itu, rumah oleh-oleh dan souvenir pun mendapatkan rejeki yang cukup besar dari wisatawan yang datang berbelanja. Warung-warung kuliner seperti di pinggiran Danau Tondano, kawasan kuliner Tinoor, pun tidak sepi dari kunjungan wisatawan. Bahkan, sekarang ini Tari Kabasaran, Kelompok Musik Bambu, Tarian Maengket, Tarian Katrili sudah biasa dipesan untuk menyambut dan menghibur para tamu yang datang ke lokasi wisata. Kendaraan rental pun mendapat rejeki dari kunjungan wisatawan.

Melihat kesempatan ini, sebaiknya masyarakat bisa menangkap peluang bisnis yang berkaitan dengan wisata. Berdasarkan pengalaman mengantar tamu, saya perhatikan, para tamu sering membeli kaos yang bertuliskan tempat wisata, abon ikan rowa, cakalang fufu, rica rowa, bagea, klampetart, dll. Untuk handicraft sebenarnya disukai oleh wisatawan, hanya yang khas dan unik masih belum variatif. Biasanya yang dibawa pulang adalah ikon-ikon wisata seperti monyet kecil Tarsius, Kapal-kapalan atau rumah-aumahan adat Minahasa yang disusun dari butiran cengkih, CD/Video lagu-lagu khas Manado. Semua itu dibeli untuk dijadikan oleh-oleh bagi keluarga dan para sahabat.

Seperti amanat Undang-undang Kepariwisataan yang saya sebut tadi, semoga saja Asean Tourism Forum pada tanggal 8-15 Januari 2012 nanti, bisa meningkatkan perekonomian rakyat kecil di Sulawesi Utara. Tentu asa ini diharapkan bukan hanya utopia saja melainkan sudah mulai diwujudkan oleh pemerintah melalui pembanguan infrastruktur seperti jalan beraspal yang layak dan nyaman untuk menuju ke lokasi wisata, fasilitas MCK yang bersih, pelayanan yang ramah dan perhatian khusus pada sampah dan budaya bersih. Jika semua itu sudah oke, pasti AFT akan berjalan dengan lancar dan menuai kesuksesan yang berarti bagi semua pihak.

About jejakperahu

Menjaga keseimbangan atau harmonisasi antara alam, bangunan dan spiritual merupakan obsesi saya. Obsesi ini sama dengan upaya pembinaan dan pembangunan karakter manusia yang mengutamakan keselarasan antara emosi, moral dan spiritual.

Posted on 14 December 2011, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: