Backpacker Karena Kompasiana dan ATF 2011 di Manado


Tulisan-tulisan Wisata saya di Kompasiana ternyata, tidak hanya menuai komentar tetapi membuat penasaran para pembaca untuk berwisata ke destisnasi wisata yang saya ceritakan. Bulan Nopember yang lalu saya kedatangan dua pembaca setia Kompasiana, tapi belum menjadi Kompasianer, dari Jakarta, untuk mengunjungi tempat-tempat wisata dan kuliner yang ada di Manado dan sekitarnya.

Informasi kedatangan Hanik, salah satu pembaca itu, bermula dari sebuah email yang masuk ke inbox email saya. Oh ya, email saya ini mudah diketahui karena saya tempelkan dalam profile saya di Kompasiana. Belakangan, akun twitter dan facebook saya, juga saya tambahkan di profile saya karena rupanya ada manfaatnya bagi pembaca dan kompasianer lainnya.

Dalam emailnya, Hanik memberitahu kepada saya bahwa ia bersama temannya berencana jalan-jalan ke Manado dan sekitarnya karena membaca postingan saya di Kompasiana. Lalu saya balas emailnya untuk mengetahui lebih detil tentang kedatangannya, berapa lama, sudahkah ada itinerary, apa punya pantangan dalam makan serta berapa orang yang akan datang.

Tanpa menunggu lama, email saya dibalas oleh Hanik. Informasi awal yang saya butuhkan pun sudah terjawab. Kemudian secara teknis saya menyiapkan mulai dari penjemputan di bandara Sam Ratulangi Manado, transportasi selama jalan-jalan, penginapan (tempat yang saya kelola memiliki penginapan bernuansa alam, semacam eco-resot), akomodasi, itinerary, dll. Karena kebetulan waktu saya agak longgar, saya pun menjadi guide tour sekaligus sopirnya.

Informasi dan komunikasi dengan Hanik dan Linda, makin intensif karena saya memanfaatkan media sosial seperti chating FB, BBM, share link, email dan nomer HP. Dalam kemajuan teknologi saat ini, media sosial berperan positif dalam banyak hal termasuk berwisata. Demikian juga, tulisan dan foto-foto wisata saya di Kompasiana menarik perhatian pembaca dan kompasianer untuk datang dan mengagumi indahnya alam ciptaan Tuhan. Buktinya, ada kompasianer yang memberitahukan kedatangannya pada bulan Januari dan Maret tahun depan, dengan notabene kalau tidak ada halangan katanya.

10 Destinasi Wisata Unggulan di Sulut

Kembali gelaran berskala International akan dilaksanakan di Manado. Kali ini berkaitan dengan dunia kepariwisataan. Nama iven tersebut adalah ASEAN TOURISM FORUM (ATF) yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 8-12 Januari 2012. Selain Menteri-menteri Pariwisata ASEAN juga akan hadir pelaku wisata dari mitra Asean seperti Belanda, Jepang, Amerika.

Diperkirakan pada saat itu Manado dan sekitarnya akan dipadati kurang lebih 2000 pelaku wisata dari berbagai daerah di Indonesia dan negara luar untuk memeriahkan ATF. Demi kesuksesan dan kelancaran acara itu, sudah sejak dini panitia telah menyiapkan diri. Antara lain menetapkan 10 destinasi wisata yang diunggulkan di Sulawesi Utara. Kriteria unggulan itu, selain berdasarkan jumlah kunjungan juga kenyamanan para pengunjung saat berwisata.

Dilaporkan bahwa kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) yang masuk melalui Bandara International Sam Ratulangi Manado terdata sebagai berikut. ……….

Ke-10 obyek wisata unggulan itu adalah (1) Pulau Bunaken (Manado), (2) Klenteng Bang Hing Kong (Manado), (3) Patung Yesus Memberkati (Winangun, Manado), (4) Bukit Doa dan Danau Linow (Tomohon), (5) Rumah Adat Woloan (Tomohon), (6) Danau Tondano (Minahasa), (7) Bukit Kasih (Kanonang, Minahasa), (8) Rafting Tincep (Minahasa), (9) Tandu Rusa dan Tangkoko (Bitung, Minut). dan (10) Kuburan Adat Waruga (Sawangan, MInut). Sebagian informasi tentang lokasi wisata itu sudah pernah saya tulis di Kompasiana. Silahkan anda klik link yang saya sertakan.

Hanik dan Linda tidak ketinggalan mengunjungi destinasi wisata unggulan itu, kecuali Waruga Sawangan dan Rafting Tincep. Waruga Sawangan diganti dengan waruga yang ada di Woloan. Untuk Rafting di Tincep sebenarnya bisa dilakukan karena musim hujan belum begitu sering seperti saat ini (Desember) Hanya waktu rafting yang menghabiskan waktu setengah hari, membuat kami tidak berwisata arum jeram itu.

Backpacker ala Kompasiana

“Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Sulut, selain setiap obyek wisata saling terhubung, baik secara geografis maupun secara managerial, seperti paket wisata dan promosi wisata yang terpadu, juga perlunya menciptakan perjalanan wisata yang murah, pelayanan yang membuat nyaman wisatawan dan lingkungan yang bersih”, demikian hasil diskusi yang diselenggarakan oleh surat kabar lokal jelang ATF bulan Januari tahun depan.

Sejauh mana rekomendasi itu dijalankan oleh pengelola di setiap destinasi wisata atau obyek wisata , saya belum begitu mengetahui secara lengkap. Yang jelas, baru-baru ini (28/11/2011) Kementerian Budaya dan Pariwisata telah menyelenggarkan Pembinaan Kelompok Sadar Wisata se Sulut yang berlangsung di Alamanda Retreat, Bukit Doa Mahawu, seperti yang pernah saya tulis di sini.

Kembali ke Hanik dan Linda, dua pembaca Kompasiana, yang menjadi tamu saya. Model ‘backpacker’ menjadi pilihan dalam berwisata di Manado dan sekitarnya. Selain hemat, praktis dan fleksibel, saya mendapat kesan begitu enjoy-nya Hanik dan Linda menikmati wisatanya di Manado untuk pertama kali. Berkali-kali, dilontarkan, “kalau ada waktu, saya pengen berlama-lama menikmati alam dan suasana di sini”. Mendengar itu, saya tersenyum sambil membatin, kenapa tidak? Berwisata itu tidak hanya mengunjungi tempat-tempat wisata saja melainkan kalau bisa mengalami apa yang ada baik secara budaya, kuliner atau tantangan alamnya.

Hanik dan Linda kemudian saya antar ke Bandara untuk kembali ke Jakarta karena Senin harus kembali bekerja di kantor. Tak terasa hari Jum’at. Sabtu dan Minggu dilaluinya dengan begitu cepat di Manado dan sekitarnya. Kini semua itu tinggal kenangan indah dalam bentuk foto-foto yang bisa dilihat di laman FB-nya.

Informasi terakhir, Hanik dan Linda tertarik menjadi Kompasianer karena ada hubungannya dengan hobinya traveling dan fotografi. Katanya, sejauh ini hobinya itu mendapat tempat nyaman di Kompasiana yang mengedepankan “sharing dan connecting” para kompasianer untuk berbagi cerita seperti pengalaman berwisata, jalan-jalan dan kuliner.

Jadi, mau disebut apa sikon ini? Kopdar sebelum menjadi kompasianer atau pertemanan karena Media Sosial Kompasiana? Yang penting kau tahu yang ku mau he he he he.

also posted in Kompasiana.com by tri lokon

About jejakperahu

Menjaga keseimbangan atau harmonisasi antara alam, bangunan dan spiritual merupakan obsesi saya. Obsesi ini sama dengan upaya pembinaan dan pembangunan karakter manusia yang mengutamakan keselarasan antara emosi, moral dan spiritual.

Posted on 14 December 2011, in Wisata and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: