Arum Jeram Timbukar: Bikin Turis Berteriak Senang!


“That is amazing. Very good !!!”, teriaknya dengan sekuat tenaga. Turis Amerika itu berteriak sambil mengangkat dayung yang ujungnya berwarna merah dengan tangan kirinya. Tanpa aba-aba, lima orang yang berada satu perahu karet berwarna merah hitam itu, serentak ikut pula berteriak sambil mengangkat dayungnya.

Begitulah ekspresi kepuasan para turis yang saya antar ke obyek wisata arum jeram Sungai Nimanga atau lebih popular dengan sebutan arum jeram Timbukar. Lebih dari empat jam, para turis itu mengarungi derasnya air sungai Nimanga, yang melintasi di desa Timbukar, Kecamatan Sonder, Minahasa, Sulawesi Utara.

Hari Minggu itu langit di atas sungai Nimanga begitu cerah. Batu-batu besar warna hitam tampak masih basah. Rupanya hujan baru saja berhenti. Sepanjang mata saya memandang arus sungai, riak-riak air seakan berlomba-lomba menerjang bebatuan besar kecil. Suara gemercik air sungai itu menimbulkan alunan musik alam yang kian menggoda hati saya dan rombongan untuk segera terjun ke sungai itu. Namun keinginan itu tertunda sebentar karena kami harus mengikuti prosedur keselamatan dan pemakaian peralatan arum jeram.

Setelah mengenakan perlengkapan arum jeram yang terdiri dari helm, pelampung, dayung, kami berkumpul untuk mendengarkan briefing dari instruktur di lokasi start yang terletak di dekat jembatan menuju ke desa Timbukar. Dalam briefing itu, dikatakan bahwa dalam setiap perahu akan dibantu oleh satu orang skipper. Kerjasama teman satu perahu sangat penting dalam mengendalikan lajunya perahu sepanjang lintasan arum jeram. Bagaimana menghindari batu-batu besar dengan jeram-jeramnya saat melintas di sepanjang sungai yang berkelok-kelok itulah tantangan yang mengasyikkan untuk menguji nyali kami.

Sungai Nimanga mempunyai karakteristik yang unik untuk rafting. Tingkat kesulitannya masuk dalam grade III dengan jeram-jeram yang memiliki kemiringan hingga 60 derajat dan berarus deras dan flat di ujung lintasan. Menurut instruktur, kami akan lewati jeram-jeram special seperti Golden Gate (jeram dengan karakter batu-batu besar), Nimanga Hole (lubang air sungai), Big Stone (lintasan berbatuan besar). Setelah mendapat informasi itu, kami siap-siap untuk terjun ke sungai dan mulilah kami berarum-jeram.

Setiap perahu kami isi dengan dua wisatawan asing dan dua teman saya. Satu lagi adalah skipper. Ada dua perahu yang kami gunakan untuk rafting. Setelah itu kami mulai mengarungi arum jeram di sungai Nimanga dengan perasaan antara takut dan senang. Ada satu teman kami tidak ikut rafting karena dia membawa kamera dan mengabadikan aktifitas arum jeram kami.

Untuk menuju ke lokasi arum jeram Sungai Nimanga tidaklah sulit. Dari kota Tomohon ke arah Sonder, hanya berjarak 10 km. Waktu yang ditempuh dari kota Tomohon hampir 1 jam karena melewati beberapa jalan yang rusak. Sementara itu, start rafting di mulai dari desa Timbukar atau lebih tepatnya di dekat jembatan Sungai Nimanga. Sedangkan finish di lokasi flat sungai di desa Tangkuney. Jarak lintasan start ke finish bisa mencapai 9 km dan dapat ditempuh kurang lebih 4-5 jam tergantung derasnya arus sungai.

Pada hari libur, Sabtu dan Minggu, arum jeram ini mulai banyak didatangi oleh wisatawan dari dalam atau luar negeri sebagai salah satu alternatif destinasi wisata di Minahasa. Jika anda tidak ingin menikmati wisata arum jeram, anda bisa melihat obyek wisata alam di sekitar sungai Nimanga itu. Di sekitar lokasi itu pengunjung bisa menikmati sekaligus dua air terjun. Dua air terjun ini masing-masing berada di desa Tincep dan desa Timbukar. Air terjun di Tincep setinggi 70 m dari permukaan tanah, sedangkan di Timbukar, kucuran air dijatuhkan dari ketinggian 90 m.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: