Pertarungan Obyek Wisata Bunaken vs Lihaga, Makin Seru!


Pulau Lihaga Ber-pasir Putih


Dicky, salah satu guide tour senior asal Manado, beberapa waktu yang lalu menemani saya dan teman-teman dari Jakarta, berwisata di Bunaken. Melalui dia, paket wisata ke Bunaken menjadi lancar. Saya dan teman-teman tidak perlu bernego soal harga sewa kapal, rute spot-spot wisata di Bunaken, peralatan snorkeling, atau makan siang di pulau Bunaken.

Memang sedikit agak mahal kalau menggunakan jasanya. Namun, lelaki dengan ciri khas tatto di lengannya ini, memberi kenyamanan kami dalam menikmati Taman Laut Bunaken yang populer di kalangan wisatawan lokal maupun asing. Tidak hanya itu, teman saya yang belum terbiasa snorkeling, ia bantu hingga bisa dilepas. Dicky ikut menceburkan diri ke laut dan ini membuat rasa aman teman saya dalam bersnorkeling.

Saat itu, aktivitas wisata snorkeling tidak hanya rombongan saya. Kami berkenalan dengan rombongan lain dari Jakarta, Surabaya, Kalimantan. Suasana siang itu, sungguh ramai dengan suara canda ria para snokeler anak-anak, yang muda maupun yang tua. Tak jauh dari spot snorkeling, tampak beberapa orang bersiap diri untuk diving, termasuk saya lihat turis-turis asing.

“Kalau hari Sabtu memang Bunaken ramai dikunjungi“, kata Dicky di Kapal Katamaran yang kami sewa sesaat setelah melepas teman saya sudah lancar bersnorkeling. Sambil mengisap rokok untuk melepas lelahnya, Dicky bercerita kepada saya.

“Bos, seminggu yang lalu saya mengantar 30-an wisatawan ke Pulau Lihaga. Awalnya, saya bingung. Soalnya paket wisata bahari di Manado ya di Bunaken saja. Lalu saya ingat pulau Lihaga. Saya tawarkan dan mereka mau. Saya menduga ini mau karena ingin tahu dan ingin mencoba. Kata anak buah saya bercerita bahwa Pulau Lihaga sekarang ibaratnya sudah mulai diincar oleh wisatawan karena terkenal dengan pasir putihnya yang lembut kayak bedak dan bersih serta nyaman untuk snorkeling.” kata Dicky dengan bersemangat.

Apa yang diceritakan Dicky memang benar adanya. Teman-teman fotografer pun yang pernah mengadakan hunting ke pulau Lihaga, bercerita hal yang sama. Pesona pasir putihnya dan jernihnya air laut yang membiru menjadi obyek fotografi yang indah mempesona. Maka, tak heran jika anda googling atau search di YouTube dengan keywords “pulau lihaga”, pasti akan muncul foto-foto atau video-video tentang kecantikan pulau ini.

Di manakah Pulau Lihaga?

Pelabuhan terdekat untuk menuju ke pulau itu bisa melalui Likupang atau Serei. Kebanyakan lebih suka lewat Serei karena jaraknya lebih dekat sekitar 15 menit dengan kapan nelayan yang bisa memuat 30-an orang. Secara geografis, Lihaga masuk wilayah pemerintahan Minahasa Utara (Minut).

Arah jalan yang mudah dihafalkan apabila anda berangkat dari Manado, adalah menyusuri jalan menuju ke Bitung. Sekitar setengah jam dan setelah melewati Hotel Sutan Raja, anda akan menemukan pertigaan Air Madidi dengan traffic light-nya. Terbaca di rambu lalulintas itu arah ke Pelabuhan Likupang. Nah, dari sini ikuti saja hingga mengarah ke pelabuhan. Kurang lebih dua jam jarak tempuh perjalanan tanpa ngebut.

Bagi yang berangkat dari Bunaken, anda bisa melanjutkan perjalanan dengan kapal yang anda sewa untuk diantar menuju ke Lihaga. Tidak semua kapal bersedia ke Lihaga karena jaraknya cukup jauh dan kemampuan kapal terutama mesin dan bahan bakarnya cukup boros. Saran saya, sebelum ke Bunaken terlebih dahulu membuat kesepakatan dengan pemilik kapal apakah bisa juga mengantar ke Lihaga. Sejauh pengalaman saya, dari Bunaken ke Lihaga ditempuh dalam waktu satu setengah jam dengan menggunakan kapal bermesin dobel 150 PK. Pernah juga saya lihat rombongan Jet Sky berwisata menuju ke Lihaga.

Lihaga berdekatan dengan pulau Gangga yang terkenal dengan resort orang Italy. Namun sebenarnya letak pulau ini kalau di lihat dari peta, tidak tergambar. Posisinya berada dalam satu gugusan pulau-pulau dari Philipina, Tahuna, Sangir Talaud dan ujung atas Pulau Sulawesi yang berhuruf K itu.

Nikmatnya ke Lihaga

Wisatawan datang ke pulau kecil ini karena kelembutan pasir putihnya yang mengelilingi sebagian pulau ini. Di samping itu, pulau ini memiliki spot-spot untuk berenang dan snorkeling yang konon tidak kalah dengan Bunaken. Laut birunya yang bersih memang menggoda hati untuk menceburkan diri di seputaran pantai. Tak terkecuali untuk bernarsis ria melalui bidikan kamera.

Cuaca yang lumayan terik oleh sengatan Matahari kadang tidak dihiraukan oleh pengunjung lantaran keinginannya untuk bermain dalam hempasan ombak bercampur pasir putihnya. Karena itu, tidak heran kalau mulai hari Jumat, Sabtu dan Minggu pulau ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik secara keluarga atau berkelompok.

Oh ya, pulau ini masih “perawan” dalam arti belum dikelola secara profesional. Adanya gasebo-gasebo beratapkan daun katuk (semacam daun kelapa), hanyalah untuk berteduh ala kadarnya, Tak banyak para penjual minuman. Maka dari itu, disarankan untuk membawa logistik sendiri. Bahkan ada pula yang menyarankan untuk pesan kepada penduduk di Serei yang sebagian besar para nelayan, untuk menyiapkan ikan segar sekaligus alat bakarnya. Jika demikian, wisata anda akan makin seru karena setelah capai bermain air laut, kemudian makan ikan bakat ramai-ramai beralasan daun pisang dan dicocol dengan dabu-dabu dan rica rowa (sambal khas Manado).

Pagi datang, sore pulang, itulah saran saya kalau anda mau menikmati indanya pulau Lihaga. Jangan lupa membawa kamera untuk berfoto-ria di pulau itu.

Budgeting dan Sampah

Berapa rupiah yang harus saya keluarkan untuk ke Pulau Lihaga itu? Pertanyaan inilah yang sering terdengar ketika berencana ke pulau Lihaga. Meski tidak terlalu detil, bolehlah saya sampaikan di sini.
Untuk sewa kapal nelayan, mulai dari 500 ribu untuk pulang pergi. Memang kapal yang pakai atap dengan kapal tanpa atap harganya berbeda. Lebih murah yang tidak beratap. Oh ya, perhatikan berapa kapasitas muat orang setiap kapal yang akan dinaiki. Ini penting untuk dan demi keselamatan.

Selain itu, siapkan uang kebersihan 10 ribu rupiah per orang sesampainya di pulau. Sebenarnya pungutuan ini tidak resmi, tetapi untuk mengantisipasi kebiasaan orang kita yang membuang sampah terutama sampah yang berasal dari minuman dan makanan, maka jasa pembersihan sampah diminta terlebih dahulu. Disarankan, agar sebelum pergi jangan lupa membawa kantong plastik untuk sampah dan jangan dibuang begitu saja di Lihaga.
Apakah Lihaga akan lebih menarik daripada Bunaken? Kita tunggu perkembangan selanjutnya. Yang jelas keramaian wisata bahari mulai berpindah dari Bunaken ke Pulau Lihaga. Ini terbukti dengan jumlah pengunjung ke Lihaga, yang akhir-akhir ini meningkat dengan tajam. Karena itu, kalau anda sudah sampai di Manado, jangan lupa minta di antar ke Pulau Lihaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: